Senin, 02 April 2018

Buah Firman Tuhan - Buah Roh

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” Yoh 15:16
 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal 5:22-23)
Bagaimana agar hidup kita senantiasa menghasilkan buah Roh ?
1. Hidup di dalam Tuhan

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” Yoh 15:4


 2. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging”
Gal 5:16


 Macam-macam Buah-buah Dalam Roh Kudus
 1. Kasih
2.  Sukacita
 3.Damai Sejahtera
 4.Kesabaran
5. Kemurahan
6. Kebaikan
7. Kesetiaan
8. Kelemah lembutan
9. Penguasaan Diri
  • Galatia 5:16

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Hidup oleh roh adalah hidup dengan mengandalkan Roh Kudus. Setiap saat Roh Kudus lah yang paling dekat dengan kita. Mengandalkan Roh Kudus adalah bahwa hidup kita selalu kita serahkan pada Roh Kudus untuk Dia yang ambil alih. Sedangkan tidak menuruti keinginan daging adalah tidak menuruti setiap keinginan atau hawa nafsu belaka. Hidup kita harus dipenuhi dengan roh bukan dengan daging. Artinya adalah hidup kita harus sepenuhnya dalam tangan Roh Kudus dan mengurangi atau bahkan menghilangkan setiap keinginan daging kita.
  • Galatia 5:17
“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” Keinginan Roh Kudus dan keinginan daging kita adalah dua hal yang sangat bertentangan dan tidak bisa kita satukan. Roh memiliki pikiran dan jalan sendiri sedangkan tubuh atau daging memiliki pemikiran sendiri juga yang berasal dari akal sehat kita.
  • Galatia 5:18
“Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.” Maksud dari ayat ini adalah memberi diri kita untuk dipimpin Roh Kudus dan tidak berada dibawah hukum agama atau adat.
  • Galatia 5:19-21
“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
  • Galatia 5:22-23
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Ayat ini membahas tentang buah-buah apa saja yang dimiliki oleh Roh Kudus. Semua yang disebutkan di ayat tersebut juga harus ada dalam hidup kita. Agar hidup kita dikuasai oleh roh dan bukan dengan daging.
  • Galatia 5:24
    “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Sebagai orang percaya kita seharusnya meninggalkan segala hal-hal duniawi dan menerima hal-hal yang rohani. Menyalibkan daging adalah hal yang sulit untuk dilakukan secara instan. Butuh proses yang panjang hingga benar-benar kita mengandalkan tuntunan Roh Kudus. Akan tetapi jika kita benar-benar bersungguh-sungguh maka kesanggupan yang daripada Tuhan akan diberikan.
    • Galatia 5:25
    “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,” Roh Kudus akan memimpin hidup kita, jika kita memiliki keinginan untuk meninggalkan kebiasaan lama kita dan sepenuhnya menyerahkan segala hal dalam hidup kita pada Roh Kudus.
    • Galatia 5:26
    “Dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” Biasanya seseorang akan menjadi gila hormat atau gila pujian adalah seseorang yang dianggap diandalkan, memiliki banyak talenta, kaya harta, dll. Gila hormat justru akan menyebabkan orang tersebut menjadi ambisius karena mengejar pujian dari orang lain. Dalam Galatia 5:26 diatas pun disebutkan untuk kita tidak saling menantang dan mendengki karena hal-hal tersebut menimbulkan permusuhan.

    Makna Buah-buah Roh

    Buah Roh Kudus yang terdapat dalam Galatia 5:16-26 merupakan suatu pengajaran tentang apa sifat dan karakter dari Roh Kudus sendiri. Buah-buah tersebut sudah mencakup semua perbuatan baik yang ada. Selain buah-buah Roh Kudus terdapat juga perbuatan-perbuatan daging yang patut kita cegah. Daging memang lemah dan roh penurut memang benar adanya. Akan tetapi kita harus bisa mengalahkan semua keinginan daging kita. Sehingga keinginan daging berada dibawah roh. Inilah makna dari buah-buah roh yang harus kalian ketahui:
    • Memiliki setiap karakter Roh Kudus dalam hidup kita mungkin adalah hal yang sulit. Terkadang kita sudah memiliki niat untuk menjauhi kedagingan akan tetapi tetap saja kita jatuh dan menyerah. Maka disini adalah bagian Tuhan untuk bekerja.
    • Minta tuntutan Tuhan agar kita bisa menjadi pribadi seperti Roh Kudus. Jika kita ingin dikuatkan maka akan Tuhan beri. Jika kita ingin diberi hikmat maka Tuhan juga kan beri.
    • Cukup kita hanya berdoa dengan iman dan kesungguhan hati pada Tuhan. Dengan seperti itu, maka pelan-pelan kita akan dituntun untuk mencapainya. Sampai suatu titik, kita tidak sadar bahwa pribadi kita telah berubah.
    Hal-hal yang disebutkan dalam Galatia 5:16-26 jika dapat kita pahami dan resapi lebih dalam, maka buah pertobatan itu akan muncul dalam hidup kita. Tetapi itu tergantung dari masing-masing pribadi. Ada yang menghasilkan seratus persen, enam puluh persen, atau bahkan tiga puluh persen.

KESABARAN

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian
##Kolose 3:13 "
Di zaman sekarang ini tidak mudah menemukan orang yang sabar. Banyak orang cenderung cepat-cepat dan sembarangan dalam mengerjakan segala sesuatu. Atau ketika dalam masalah dan pergumulan, kita sering mendengar nasihat yang mengatakan, "Yang sabar ya." Lalu kita pun menimpali: "Kesabaran kan ada batasnya."
Ketika orang lain marah, menyakiti atau berbuat jahat kepada kita, tanpa pikir panjang kita ingin segera mendamprat atau membalasnya. Apa bedanya kita dengan orang dunia jika demikian? Sebagai orang Kristen kita dituntut untuk memiliki kesabaran dan saling bersabar satu sama lainnya, sebab kesabaran adalah bagian dari kasih, dan kekristenan itu identik dengan kasih. Tertulis: "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."
##1 Korintus 13:4).
"Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan." (Amsal 15:18).
"Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar." (Pengkotbah 10:4).