Jumat, 29 Juni 2018

PEKERJAAN ROH KUDUS BAGIKEHIDUPAN ORANG PERCAYA

Inti iman Kristen berakar kepada Allah Trinitas. Hal ini memang merupakan satu misteri yang sangat dalam, sehingga tidak dapat dipahami melalui logika, kecuali hanya melalui pencerahan dari Roh Tuhan sendiri. Allah Trinitas ialah satu keberadaan Allah dalam tiga pribadi: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ungkapan ‘tiga pribadi dalam satu Allah’ telah lama disepakati oleh Gereja. Ide bahwa Allah berada dalam tiga pribadi dikenal sebagai doktrin Trinitas. Trinitas yang dimaksud adalah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Jadi Bapa adalah Allah; Anak adalah Allah; dan Roh Kudus adalah Allah seharusnya tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.

Seperti pengajaran hyper grace yang menyatakan bahwa Roh Kudus tidak menyadarkan (menginsafkan) orang percaya akan dosa, karena Tuhan sudah mengampuni dan melupakan semua dosa kita dan Ia melihat kita sempurna di dalam Yesus. Hal ini jelas bertentangan dengan Alkitab dalam Matius 5:48 di mana Tuhan Yesus sendiri mengajar murid-murid-Nya: “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Kata ‘haruslah kamu sempurna’ berasal dari bahasa Yunani “teleioi” dalam bentuk jamak. Berarti banyak yang harus disempurnakan dalam diri orang-orang percaya. Yohanes 16:8

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.” Kata Yunani yang diterjemahkan untuk menginsafkan (convict) adalah “elencho” yang berarti: meyakinkan; menegur; mengoreksi dan menghardik

          Roh Kudus yang bekerja dalam diri seseorang, menginsafkannya, menegurnya dan menyadarkan akan dosa-dosanya, sehingga ia bertobat dan menyambut Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya; dan dilahirkan baru. Tidak seorang manusiapun yang dapat datang dan percaya kepada Yesus bila Roh Kudus tidak terlebih dahulu berkarya dalam dirinya. Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah Roh” (Yohanes 3:3; 5-6). Untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, seseorang harus mengalami kelahiran kembali. Inilah karya Roh Kudus pada awal kehidupan orang percaya.                 
Setelah seseorang mengalami kelahiran kembali, bertobat, berbalik dari jalan-jalannya yang jahat kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup (1 Tesalonika 1:9) maka Roh Kudus akan berdiam dalam dirinya. Karena itu setiap orang percaya tidak perlu takut kepada setiap kuasa iblis yang termanifestasi dengan berbagai cara dengan sebutan nama yang berbeda. “Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4b).

Yohanes 14:26
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.


"Sekeras-kerasnya manusia berupaya memahami Allah, manusia tetap tidak akan mengerti. Pernyataan ini adalah jaminan bagi orang percaya, bahwa bukan kepandaian yang menentukan seseorang dapat memahami kebenaran, tetapi Roh Kuduslah yang membimbing".   
     Yohanes 14:16-17
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
  yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu."


  yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. 

Untuk dapat hidup dalam ketaatan dan kekudusan, Roh Kudus dapat menegur setiap orang percaya yang mulai menyimpang dari kebenaran, agar segera kembali ke jalan Tuhan. Di saat orang percaya disadarkan oleh Roh Kudus akan kesalahannya, itu bukan satu penghakiman, tetapi karya Roh Kudus dalam hidup orang percaya agar terus berjalan pada kehendak Tuhan. Pengajar hyper grace mengatakan saat Roh Kudus berbicara kepada mereka tentang sesuatu yang salah di dalam hidup mereka, mereka merasa tidak berdaya dan terhukum dan membuat mereka menjauh dari Tuhan. Pandangan hyper grace percaya bahwa iblislah yang menegur orang percaya apabila berbuat dosa. Ini jelas pandangan yang menyesatkan dan dapat membuat orang menjauh dari pertobatan dan keselamatan.
 
 Alkitab menyatakan bahwa teguran ilahi adalah tanda kasih Bapa kepada anak-anak-Nya.
 Ibrani 12:5
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; Setiap orang percaya harus selalu membuka dirinya bila Roh Kudus menegurnya; berilah respon yang benar sehingga hidup kita semakin berkenan di hadapan Allah.

KIS 16:9
Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 

 Dalam Perjanjian Lama berulang kali Roh Tuhan memperingatkan umat-Nya saat mereka menyimpang untuk kembali ke jalan yang benar. Bahkan saat Adam dan Hawa memberontak kepada Allah, Ia sendiri datang untuk mencari, memanggil. Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadaNya: “Dimanakah engkau?” (Kejadian 3:9). Allah yang sama terus melakukan hal tersebut sampai hari ini. Berkat dan pembebasan diterima oleh semua orang yang menjawab panggilan Allah: “Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Sungguh Tuhan yang mengucapkannya” (Yesaya 1:19-20).

 Lukas 15:11-24
 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.


  Beberapa hal yang penting dalam kisah ini,
 
 Anak bungsu yang hilang ini, sadar keadaannya, karena Roh Tuhan bekerja dalam hatinya dan ia memberikan respon yang benar.
• Setelah ia menyadari akan keadaannya (dosa-dosanya) ia bangkit meninggalkan lingkungannya dan kembali kepada bapanya.
• Setelah kembali kepada bapanya, apa yang diucapkan anak yang hilang ini? Ia tidak berkata: Terimakasih bapa, saya adalah adalah anak yang sempurna di hadapan bapa. Tidak!!! Anak bungsu itu mengaku dosanya: “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.” Bandingkan dengan paham hyper grace yang mengatakan kalaupun kita jatuh dalam dosa cukup hanya mengingatkan diri sendiri bahwa kita sudah sempurna dalam Tuhan Yesus.
Karena anak bungsu itu sadar, akan dosanya, lalu bangkit dan mengakui dosa-dosanya, maka bapanya menerima dia kembali.


  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.